Sulitnya Menjadi Koki Di Pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjalani sebuah profesi tentu memiliki kesulitan dan risiko yang berbeda. Profesi koki misalnya, dikenal selalu rentan akan tekanan baik fisik maupun mental. Jika bekerja sebagai koki di darat sudah cukup sulit, bagaimana dengan koki di pesawat udara?

“Kesulitannya itu ada empat, pertama time framing yang ketat (memperkirakan waktu), cuaca yang mempengaruhi turbulensi, bahan masakan yang terbatas, serta peralatan memasak,” kata Chef Instructor Garuda Indonesia, Zalman yang ditemui di Garuda Indonesia Travel Fair, JCC, Sabtu (9/10/2016). 

Zalman memberi contoh, di dapur pesawat ada tiga sampai lima oven (tergantung jenis pesawat). Skenario terburuk jika ada satu oven tak berfungsi, dapat memengaruhi time framing untuk memasak dan menyajikan ke penumpang. 

Perlu Anda ketahui, di pesawat, dilarang keras menggunakan kompor. Tak boleh ada api sama sekali. Jadi para Chef on Board (First Class) dan Manager Cuisine (Business Class) hanya mengandalkan oven untuk menyajikan makanan kepada penumpang kelas utama dan kelas bisnis di Garuda Indonesia.

“Produk fresh yang kita buat di udara hanya egg dishes atau makanan berbahan telur. Seperti omelet, telur rebus, dan lainnya. Di pendidikan kita sudah diajarkan memasak menggunakan oven. Ovennya juga tak sama seperti di rumah, bahannya baja tak berbahan kaca yang bisa dilihat. Butuh trik untuk masak dengan itu,” cerita Zalman. 

Selain itu, memasak di udara juga rentan akan turbulensi. Jika terjadi turbulensi, menurut Zalman, semua sudah diatur oleh panduan manual yang telah dipelajari sebelumnya.

“Biasanya ada pengumuman dari kokpit, apakah kami masih boleh bekerja atau harus duduk. Kalau sudah ada pengumuman artinya kami harus segera membereskan pekerjaan dan duduk menggunakan sabuk pengaman,” kata Zalman. 

Saat ini Garuda Indonesia memiliki 153 Chef on Board dan Manager Cuisine, 30 di antaranya berbasis di Denpasar dan 123 lainnya berbasis di Jakarta. Mereka bertugas di penerbangan Garuda Indonesia rute internasional.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/10/191000327/sulitnya.menjadi.koki.di.pesawat

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>