Solidaritas Untuk Petani Kendeng, 20 Orang Cor Kaki Di Depan Istana

JAKARTA, KOMPAS.com – Wafatnya Patmi (48), petani asal kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, mengundang solidaritas dari berbagai kalangan.

Sebanyak 20 orang melakukan aksi mengecor kaki dengan semen di depan Istana Negara sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan para petani Kendeng, Jumat (24/3/2017)

Mereka berasal dari kalangan pegiat HAM, aktivis lingkungan, dan mahasiswa. Orang-orang itu persis melakukan aksi yang sama yang dilakukan oleh Patmi dan 49 petani Kendeng selama hampir sepekan lalu.

Mereka duduk berdampingan dengan membentuk setengah lingkaran. Di depan 20 orang itu terdapat nisan tiruan yang bertuliskan nama Patmi.

(Baca: Solidaritas Kendeng di Kartasura Diwarnai Aksi Saling Dorong)

Kaki mereka dicor dengan semen dalam sebuah kotak kayu. Beberapa perempuan berdandan menyerupai Patmi.

Mereka mengenakan kain kebaya, selendang dan topi caping. Itu adalah pakaian khas para petani yang selalu dikenakan Patmi saat melakukan aksi cor kaki.

Koordinator aksi, Adi Wibowo dari Konsorsium Pembaruan Agraria mengatakan, kabar wafatnya Patmi justru memperluas dukungan bagi perjuangan petani Kendeng dalam mempertahankan tanahnya dari ancaman pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan.

Menurut Adi, meluasnya aksi solidaritas di beberapa daerah tersebut memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo bahwa sebagian masyarakat menolak pembangunan yang merusak lingkungan.

“Dukungan solidaritas terhadap Patmi sebenarnya memberikan pesan bahwa masyarakat menolak pembangunan yang merusak alam, seperti yang terjadi di Kendeng,” ujar Adi saat ditemui di sela-sela aksi.

(Baca: Air Mata Petani Kendeng dan Prinsip “Sedulur Sikep” Menjaga Ibu Bumi)

Adi menuturkan, aksi solidaritas yang digalang oleh kalangan masyarakat sipil itu akan terus berlanjut hingga Presiden Jokowi memerintahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia.

Selain itu mereka juga menuntut pemerintah menghentikan seluruh kegiatan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng.

“Pemenuhan pangan dan kebutuhan air lebih mendesak dibanding kebutuhan akan semen. Penambangan semen di wilayah karst akan menghilangkan sumber air para petani,” kata Adi.

“Lagipula Asosisasi Semen Indonesia menyebut produksi semen surplus hingga 27 juta ton pada 2016,” tandasnya.

Kompas TV Aiman mewawancarai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apa yang Aiman temukan?

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/03/24/15545151/solidaritas.untuk.petani.kendeng.20.orang.cor.kaki.di.depan.istana

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>