Sisir Orang Papua, Bentuk Kasih Orangtua Kepada Anak

WAISAI, KOMPAS.com – Di depan pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Runggaeri membuka lapak kaki lima sembari menjaga cucu. Ia menjajakan sirih, pinang, keripik pisang, dan aksesori khas Papua seperti gelang dan kalung di lapaknya yang sederhana.

(Baca juga: Tarian Kolosal dan Indahnya Senja di Festival Lovely Raja Ampat)

Di antara semua barang yang ia jual, ada satu barang jualan Runggaeri yang mengundang tanya bentuknya seperti garpu bergigi namun berukuran kecil, seukuran telapak tangan.

“Mama ini apakah?” tanya saya pada Runggaeri.

“Ini orang Papua punya sisir,” jawabnya.

Kompas.com/Silvita Agmasari Mama Runggaeri, menjual insun di depan pantai WTC, Waisai, Raja Ampat.

Mama Runggaeri, asal Serui, Papua menjelaskan dalam bahasa Serui sisir tersebut disebut insun. “Insun ini seperti anak bagi kita, selalu dibawa dan disayang. Ina artinya Ibu, Ita artinya Bapak dalam Bahasa Serui. Ina, ita, insun, sisir seperti anak yang kita sayangi,” kata Runggaeri.

Sisir Papua ini menurut Ruanggaeri juga bentuk kasih sayang orang tua pada anaknya. Dalam sehari sang ibu dapat menyisir anaknya dua sampai tiga kali, membelai sang anak, menyisir rambutnya agar tetap rapih dan tak kusut.

“Insun ini sangat awet, bisa sampai turun ke anak cucu. Apalagi jika rambut dikasih minyak, insun semakin awet,” kata Runggaeri.

Insun sendiri menurut Runggaeni dibuat dari bambu, yang kemudian dibersihkan dan dibelah agar memiliki gigi seperti halnya sisir. Setelah itu diberi potongan selang air di sela gigi agar gigi sisir tetap membuka alias tak mengatup.

(Baca juga: Ragam Acara Menarik di Festival Lovely Raja Ampat)

“Buatnya mudah, kalau tak ada pekerjaan dapur, Mama bisa buat sampai 15 buah,” kata Runggaeri.

Harga satu insun dihargai Rp 20.000 oleh Runggaeri. Insun selain berbentuk sisir. Namun ada pula dibuat versi mini untuk dijadikan gantungan kunci dan hiasan kalung oleh Runggaeri. Ada gambar-ganbar etnik sederhana yang dibuat Runggaeri sehingga Insun semakin cantik dan khas Papua.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/19/171000427/sisir.orang.papua.bentuk.kasih.orangtua.kepada.anak

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>