Sejarah Panjang Dalam Sepiring “Spaghetti Bolognese”

KOMPAS.com – Jika liburan ke Italia, jangan nekat memesan spaghetti bolognese. Olahan pasta ini tidak ada di Italia. Hidangan paling mendekati adalah Ragu alla Bolognese, saus tomat dan daging yang disajikan bersama pasta. 

Pasta yang digunakan pun bukan spaghetti melainkan tagliatelle, sejenis pasta mirip fettucine. Tagliatelle adalah pasta yang berasal dari wilayah Emilia-Romagna dan Marche. Pasta ini berbentuk pita pipih yang mirip dengan fettuccine, dengan lebar sekitar 6,5 mm-10 mm. 

Ragu sendiri adalah sebutan untuk saus daging yang biasa dimasak berjam-jam lamanya. Ragu alla Bolognese berarti ragu yang menjadi sajian khas Bologna, sebuah kota di utara Italia.

Antonio Carluccio, koki Italia kenamaan seperti dikutip dari situs Telegraph menyebutkan bahwa orang Inggris turut andil dalam “merusak” resep spaghetti bolognaise.

Sejarah hidangan ini sendiri tidak jelas. Beberapa sumber menyebutkan bahwa hidangan itu muncul di kalangan orang Amerika Serikat dan Inggris pada masa Perang Dunia II. Penggunaan spaghetti sebagai pasta, serta penambahan rempah seperti oregano dan basil sebenarnya tidak ada dalam sajian Ragu alla Bolognese.

THINKSTOCK Spaghetti Bolognese

Penting untuk diketahui, Ragu alla Bolognese adalah salah satu kekayaan kuliner Italia yang dijunjung tinggi oleh warganya. Asal-usul saus daging-tomat ini pun tak bisa dibilang pendek. 

Livio Cerini pernah menjelaskan sejarah Ragu alla Bolognese dalam buku resep masakan Italia yang dirilis pada abad ke-20. Mengutip situs The Local, Rabu (14/9/2016), kata ragu berasal dari bahasa Perancis yakni ragouter yang artinya “menambahkan rasa terhadap sesuatu”.

Saat Kekaisaran Romawi menginvasi Galia (Perancis), warga Galia meracik saus yang kini terkenal sebagai ragout. Dulu, ragu merupakan racikan bahan dan bumbu yang biasa disajikan sebagai hidangan utama. Namun kemudian, ragu mulai dimakan bersama hidangan karbohidrat yakni roti.

THINKSTOCK Ragu alla Bolognese

Ragu yang diracik pada zaman pendudukan Romawi itu tidak menggunakan tomat sebagai bahan utama. Tomat baru masuk ke Eropa sekitar tahun 1500. Resep utama ragu yang terbuat dari bahan tomat disinyalir muncul pada akhir 1700-an. 

Pelopornya adalah Alberto Alvisi, koki restoran Cardial of Imola yang meracik saus berbahan tomat dicampur dengan daging. Saus tersebut kemudian disajikan bersama sepiring pasta.

Pada awal 1800-an, resep ragu berbahan dasar tomat mulai tersebar lewat buku-buku yang tersebar di wilayah Emilia-Romagna di Italia. Pada masa itu, ragu disajikan hanya pada masa liburan dan momen spesial.

Hingga akhirnya pada 1982, resep ragu ‘diresmikan’ oleh Italian Academy of Cuisine at the Bologna Chamber of Commerce. Selain tomat, ragu versi ‘resmi’ ini juga memiliki bahan dasar daging babi asap dan susu. 

Kini, di seantero Italia, ragu tak hanya berbahan dasar daging. Di beberapa wilayah, ragu dimasak menggunakan ikan seabass bahkan tahu lunak (tofu). Ragu yang dikenal sebagai saus bolognese adalah Ragu alla Bolognese.

Selain Bologna, resep ragu yang juga tersohor berasal dari Naples. Wilayah yang terkenal sebagai ‘tuan rumah’ pizza tersebut terbuat dari tomat yang dicampur potongan besar daging. Para koki biasa menggunakan beragam jenis daging mulai dari sapi, sapi muda, dan babi. 

Semua bahan dimasak dalam waktu berjam-jam, sehingga bumbu meresap sempurna ke dalam daging.

Oleh karena itu, jika berkesempatan menyambangi Italia, jangan pesan spaghetti bolognese saat makan di restoran. Pesanlah Ragu alla Bolognese dan pelayan akan menanyakan pasta jenis apa yang sesuai dengan selera Anda.

Baiknya pilih pasta jenis tagliatelle yang bentuknya datar dan lebar. Saus pekat seperti bolognese menempel lebih baik pada pasta yang datar.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/12/171148727/sejarah.panjang.dalam.sepiring.spaghetti.bolognese.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>