Sean Gelael Dan Tantangan Balapan Malam Hari Di Bahrain

SAKHIR, KOMPAS.com – Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, menjalani dua sesi latihan bebas seri ke-9 FIA World Endurance Championship kategori LMP2 di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir, Kamis (17/11/2016).

Pada seri terakhir WEC 2016 ini, Sean berkolaborasi dengan Tom Dillmann (Perancis) dan Giedo Van der Garde (Belanda). Mereka turun dengan bendera tim Extreme Speed Motosport.

Pada sesi latihan bebas pertama, mereka memacu mobil Ligier JS P2-Nissan dengan kecepatan maksimal 174,5 kilometer per jam. Catatan waktu terbaik mereka adalah 1 menit 51,631 detik.

Sementara itu, pada sesi latihan bebas kedua, para pebalap Jagonya Ayam KFC Indonesia ini bisa tampil lebih cepat dengan torehan waktu 1 menit 51,419 detik.

Kecepatan maksimal tim yakni 174,9 kilo meter per jam. Pada dua sesi latihan bebas tersebut, mereka menempati posisi kelima tercepat.

“Saya sangat antusias kembali membalap bersama tim Jagonya Ayam. Kami menjalani sesi latihan pertama yang bagus. Sejauh ini, semuanya berjalan bagus dan mudah-mudahan akan lebih bagus pada balapan nanti,” kata Dillmann.

Sean dkk menjalani sesi latihan bebas ketiga dan sesi kulaifikasi pada Jumat (18/11/2016). Semua sesi di Bahrain berlangsung pada sore hingga malam hari.

 

For the land of the freeeeeeeeeee and the home of the braaaaavvveee~~~ Qualifying today. #ForPotus

A photo posted by Sean Gelael (@gelaelized) on Nov 18, 2016 at 12:13am PST

Balapan terakhir WEC tahun ini akan berlangsung Sabtu (19/11/2016) mulai pukul 16.00 hingga 22.00 waktu setempat (20.00-Minggu 02.00 WIB).

“Tentu ini akan menjadi pengalaman yang menarik buat saya. Tahun lalu, saya pernah merasakan balapan malam hari di ajang GP2 Abu Dhabi dan terasa luar biasa karena menawarkan sensasi yang berbeda,” kata Sean.

Tahun ini, Sean menjalani musim penuhnya di ajang GP2. Dari sepuluh seri yang sudah digelar, semua balapan dijalani pada waktu siang hari dengan tantangan cuaca panas atau hujan.

Kali ini, di ajang FIA WEC, Sean mendapatkan tantangan yang sedikit berbeda. Tak cuma cuaca, Sean juga harus beradaptasi dengan kondisi balapan malam hari.

Membalap pada malam hari memberi keuntungan bagi pebalap dengan kondisi cuaca yang tidak panas. Secara teknis, ban jadi lebih awet karena suhu lintasan juga tidak sepanas pada siang hari.

Namun, seperti halnya cuaca yang tak bisa tertebak di beberapa sirkuit di Eropa, kondisi angin gurun di Bahrain juga sulit diprediksi. Badai gurun bisa menyebabkan lintasan dan paddock tertutupi butiran pasir.

Sirkuit Internasional Bahrain dirancang oleh Herman Tilke. Sirkuit ini didominasi trek-trek lurus yang panjang dan juga tikungan tajam sehingga kemampuan mengendalikan mobil saat mengerem akan diuji.

Sumber:

http://olahraga.kompas.com/read/2016/11/18/15352561/sean.gelael.dan.tantangan.balapan.malam.hari.di.bahrain

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>