Rujak Kelang Khas Muncar Banyuwangi, Rasanya Campur-campur

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Jika berkunjung ke Pelabuhan Ikan Muncar di Banyuwangi, Jawa Timur, selain memborong aneka hasil laut seperti ikan, kepiting dan cumi, anda bisa mencicipi makanan khas dari pelabuhan ikan terbesar di Indonesia. Namanya adalah rujak kelang.

Seperti rujak lainnya, rujak kelang terdiri dari potongan buah mangga, ketimun, pepaya, bengkoang yang dicacah. Kemudian dicampur dengan kuah pindang ikan yang hangat dengan sedikit petis ikan, garam dan potongan cabe rawit.

Agar lebih nikmat biasanya dilengkapi dengan potongan tahu goreng dan kerupuk kromoleo dari tepung singkong.

(BACA: Kabar Gembira, Penerbangan Langsung Jakarta-Banyuwangi Segera Dibuka)

Ada beberapa tempat yang menjual rujak kelang, namun yang terkenal adalah rujak kelang Bik Atik (45) yang berada Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Jaraknya tidak begitu jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Muncar.

Walaupun tempatnya di warung sederhana depan rumah, pelanggan rujak kelang Bik Atik cukup banyak dan harus mengantre untuk mendapatkan seporsi rujak kelang.

“Untuk pedasnya menyesuaikan, ada yang nggak pake cabe ada juga yang cabenya 10. Katanya semakin pedas semakin enak,” kata Bik Atik kepada KompasTravel, Minggu (23/10/2016) dengan logat Madura.

(BACA: Wisatawan AS Menikmati Pecel Pitik dan Membuat Kucur di Banyuwangi)

Untuk kuah pindangnya, perempuan yang sudah berjualan sejak belasan tahun tersebut mengaku menggunakan ikan pilihan yang masih segar sehingga tidak ada aroma amis yang kuat dari kuah pindangnya. Untuk petis ikannya dia juga menggunakan petis terbaik dari langganannya.

“Semuanya dari sini petisnya, ikan untuk pindangnya juga baru setuap hari jadi masih hangat. Kalau rujak kelang bedanya dengan rujak lain tidak pakai terasi,” jelas perempuan yang sehari-hari selalu menggunakan bawahan kain sarung.

Walaupun bentuknya sederhana, jangan tanya rasanya. Cita rasanya sangat khas dan istimewa. Rasa buah-buahan yang segar dan asam dari mangga berbaur dengan gurihnya petis dan kuah pindang membuat kita tidak berhenti untuk mengunyah.

Apalagi dengan rasa pedas dari potongan cabe rawit semakin membuat rujak kelang nikmat dinikmati terutama saat siang hari ketika cuaca di Pelabuhan Muncar cukup panas terik.

Vika Arista, salah seorang pelanggan rujak kelang kepada KompasTravel mengaku rutin membeli rujak kelang minimal seminggu sekali. Selain karena rasanya yang enak, mahasiswi jurusan Ekonomi ini mengaku rujak kelang adalah makanan yang sehat.

“Buah-buahannya sehat karena banyak serat. Kuah pindang ikannya juga banyak gizinya. Dan harganya murah hanya 5 ribu per porsi. Kalau rasanya campur-campur mulai pedes, gurih dan asem dari mangga. Pokoknya istimewa,” katanya. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/24/131700727/rujak.kelang.khas.muncar.banyuwangi.rasanya.campur-campur

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>