Politisi Golkar: Partai Lain Jangan Ikut Campur Rumah Tangga Orang

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengurus DPP Partai Golkar meminta kader partai lain tidak mencampuri keputusan pleno DPP Partai Golkar yang mengembalikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman memprotes pernyataan politisi Partai Nasdem Taufiqulhadi yang terkesan keberatan dengan rencana Golkar mengembalikan kursi Ketua DPR kepada Setya Novanto.

“Politisi partai lain janganlah ganggu-ganggu rumah tangga orang lain. Lebih baik urus urusan rumah tangga partai sendiri saja,” kata Maman dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (28/11/2016).

Maman mengatakan, rumah tangga DPP Partai Golkar saat ini sudah sangat harmonis di bawah kepemimpinan Setya Novanto sebagai ketua umum.

Ia yakin keharmonisan itu tidak akan terpengaruh oleh godaan atau adu domba politik kader partai lain.

“Tidak akan berpengaruh kalau partai lain berniat mengganggu keharmonisan rumah tangga orang,” kata Maman.

Maman menegaskan, keputusan mengembalikan dan memberhentikan pimpinan DPR murni menjadi kewenangan internal Partai Golkar sesuai dengan UU MD3 Pasal 87 ayat 2 huruf c.

Pasal tersebut pada intinya mengatur bahwa pemberhentian dan pengangkatan pimpinan DPR diusulkan oleh partai politik.

“Kebutuhan untuk mengganti Ketua DPR berdasarkan rapat Pleno DPP Golkar murni untuk mendorong percepatan konsolidasi politik nasional dan percepatan realisasi program-program legislasi yang pro-rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, politisi Partai Nasdem Taufiqulhadi menyatakan, Partai Golkar jangan sesuka hati mengganti Ketua DPR.

Menurut Taufiq, jika keputusan tersebut masih berada di tingkat fraksi, tentu itu sepenuhnya kewenangan Golkar. Namun jika sudah memasuki pembahasan di DPR, itu harus dimusyawarahkan dulu dengan seluruh fraksi.

“Kalau Fraksi Golkar dengan mudah mengganti Ketua DPR maka itu sewenang-wenang. Itu tandanya mereka memperlakukan dewan tidak setara,” kata Taufiq dalam sebuah acara diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016).

Kompas TV Partai Golkar Menarik Posisi Ade Komarudin dari Ketua DPR

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/28/23000011/politisi.golkar.partai.lain.jangan.ikut.campur.rumah.tangga.orang

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>