Pedas Setan Yang Menghebohkan Lidah

BERAWAL dari Malang dan mengawali jaringannya di Jawa Timur, Kober Mie Setan justru naik daun di Pulau Dewata. Jurus santapan murah yang tidak murahan ampuh memikat kaum muda Bali untuk selalu mengantre panjang.

Di ekor antrean sepanjang sekitar 8 meter, Ni Nyoman Ayu Triawati dan Ni Komang Yuli Astriani tetap saja ceria dan bersetia. Mereka tertawa saja ketika ditanyai panjangnya antrean di Restoran Kober Mie Setan di kawasan Renon, Bali, Selasa (26/4/2016).

”Ada banyak makanan yang sedang heboh di Bali, tetapi yang selalu ramai, ya, Kober Mie Setan, harus rela antre lama di sini,” kata Ayu tertawa.

Sejak enam bulan terakhir, orang muda seperti Ayu dan Yuli tiba-tiba gandrung bersantap mi yang pedasnya bikin orang menyumpah ”setan” itu.

”Di Bali belum pernah ada santapan mi yang seheboh ini. Mi dulu bukan pilihan bersantap di restoran, tetapi sejak Kober Mie Setan dibuka di Bedugul tiba-tiba jadi kehebohan dan selalu diserbu pengunjung,” kata Ayu.

Semakin pendek antrean, semakin terbacalah beragam menu yang ditulis di sebuah papan tulis ”jadul” yang digantung di atas kasir. Semua hidangan utamanya bernama aneh, seperti Mie Angel, Mie Setan level 1-5, dan Mie Iblis Cabe. Minuman yang ditawarkan pun bernama unik, Es Pocong, Es Kuntilanak, Es Sundel Bolong, Es Genderuwo, wuiiih….

”Yang enak itu Mie Iblis,” bisik Ayu merekomendasikan pilihannya.

KOMPAS/RIZA FATHONI Suasana Restoran Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

”Itu mi goreng berbumbu kecap, enak kok. Mungkin karena hitamnya kecap yang membuatnya dinamai iblis,” kata Ayu tertawa sambil merekomendasikan Mie Iblis berbumbu 15 cabai.

Yuli tertawa-tawa mendengar bisikan Ayu. ”Iya, sih, Mie Iblis memang enak. Tetapi, buat saya, 10 cabai sudah maksimal,” katanya terkekeh.

”Kalau tidak tahan pedas, bisa pesan Mie Angel, menu mi yang tanpa cabai sama sekali. Dimsumnya juga enak, lho,” ujar Yuli. Keduanya sama-sama tertawa menyerah ketika ditanyai rekomendasi minuman yang bernama serba seram itu.

Tidak murahan

Papan tulis ”jadul” di atas kasir langsung memberikan gambaran jurus yang dipakai Kober Mie Setan hingga berkibar di Bali. Santapan dari dapur utamanya memang lima menu di atas yang menawarkan sensasi mi dimasak superpedas.

Kober Mie Setan juga punya dapur lain, yaitu dapur sushi dan dimsum yang menawarkan 16 jenis sushi dan sepuluh ragam dimsum.

Sementara Kober Coffee menawarkan puluhan jenis minuman—beragam kopi seduhan barista, beragam jus buah, dan beragam minuman kreasi Kober yang dinamai segala jenis setan Nusantara itu.

Hebatnya, semua menu itu berharga Rp 10.000 atau kurang. Ya, harga murah adalah jurus utama Kober Mie Setan.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Namun, jangan membayangkan rasa, penyajian, dan suasana yang ditawarkan Kober Mie Setan murahan. Setiap sajian di Kober dimasak per porsi, sesuai dengan pesanan khusus jumlah cabai yang merentang dari lima sampai 60 buah cabai. Santapannya pun bebas MSG.

Mie Iblis ukuran L dengan lima cabai disajikan dengan daging olahan, pangsit goreng, dan sayur yang ditata elok.

Mie Angel alias mi rebus tanpa kuah yang bebas cabai juga disajikan dengan cantik, kuning bersihnya mi dipadu hijaunya rajangan daun bawang dan bawang goreng, diimbuhi pangsit goreng.

Mi ini berasa datar yang cenderung gurih karena dirancang bagi para pengunjung yang jeri bersantap pedas.

Menu terpedasnya adalah Mie Setan level 5 yang juga disuguhkan dengan tampang mirip Mie Angel, tetapi diramaikan oleh tuangan adonan cabai di tengah gelungan mi.

Hati-hati menyantap menu ini karena mi yang beraroma gurih itu dialasi 60 cabai yang dirajang lembut yang bakal segera ”membakar” mulut penyantapnya.

Aneka dimsum dan sushi pun disajikan dengan dengan apik, dengan beragam rasa. Menu ceker berbumbu kecap menjadi salah satu yang terlezat, begitu pula aneka sushi udangnya. Beragam minuman yang disajikan ”seadanya” dengan gelas plastik tipis pun memiliki tampang memikat karena warna-warnanya yang menyala.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Hebohnya di Bali

Sejak awal kemunculannya di Jalan Soekarno-Hatta, Malang, pada 2011, Kober memang menyasar ”dompet tipis” para mahasiswa yang berkuliah di kota pelajarnya Jawa Timur itu. Harga murah dipadu dengan suasana bersantap khas orang muda menjadi konsep utama Kober Mie Setan di Malang.

Konsep itulah yang terus disalin ketika manajemen Kober melebarkan sayap dengan para investor di sejumlah kota di Jawa Timur.

Di Bali, popularitas Kober Mie Setan dimulai dengan dibukanya cabang di Bedugul pada 2014. Sontak saja para orang muda Bali terpikat dengan sensasi mi pedas serba murah yang tidak murahan itu, memicu antrean para penanam modal yang berminat membuka cabang-cabang baru Kober Mie Setan di Pulau Dewata.

Menariknya, pola kerja sama nonwaralaba itu memicu kreativitas para investor baru Kober Mie Setan untuk membuat inovasi baru.

Gusde, penanam modal utama Kober Mie Setan di Renon, misalnya, membangun suasana restoran Kober yang serba terbuka dan lapang. Tak hanya itu, Kober di Renon yang baru dibuka pada Oktober 2015 itu agresif menyodorkan menu baru, utamanya sushi dan dimsum.

”Kober Mie Setan memang berjodoh dengan Bali sehingga dalam waktu dua tahun saja berhasil membuka tiga cabang di Bali. Lazimnya, Kober Mie Setan dibuka di rumah toko. Saya menawarkan kepada manajemen Kober Mie Setan konsep restoran baru dengan atmosfer yang lebih cozy agar menjadi tempat nongkrong anak muda. Kami juga terus menawarkan menu baru kepada manajemen Kober. Segala menu baru diuji coba dulu di Renon dan jika berhasil ditawarkan kepada pengelola Kober Mie Setan lainnya,” kata Gusde.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menu di Kober Mie Setan, Renon, Denpasar, Bali.

Gusde menyebut, bukan cuma orang-orang muda Bali yang meminati Kober. ”Wisatawan mancanegara pun penasaran dengan antrean Kober. Bahkan, kadang ada turis asing yang bertaruh untuk memakan sajian mi paling pedas di Kober. Makin beragamlah konsumen kami,” kata Gusde tertawa.

Pedasnya mi Kober memang seperti setan, tetapi pedas itu yang membuat pelanggan seperti Ayu dan Yuli selalu kembali. (ARYO WISANGGENI G)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Juni 2016, di halaman 31 dengan judul “Pedas Setan yang Menghebohkan Lidah”.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/05/190300527/pedas.setan.yang.menghebohkan.lidah

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>