Mendikbud: IPM Turun, Jadikan Instrospeksi Dan Pemicu Bangkit

PALU, KOMPAS.com – Laporan terbaru dari United Nations Develoment Programe (UNDP) menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia merosot dari peringkat 110 ke 113 dari 188 negara. Hasil ini harus bisa dijadikan introspeksi dan pemicu bagi Indonesia untuk bangkit dan bertekad memperbaikinya. 

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menghadiri pencanangan Gerakan Kembali ke Sekolah di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/3/2017).

Hadir dalam acara itu Gubernur Sulawesi Tengah Lungki Djonggala dan ribuan siswa serta ratusan jajaran SKPD se-Sulawesi Tengah. Acara itu digelar di pendopo kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saya menghargai dan mendukung prakarsa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang mencanangkan Gerakan Kembali ke Sekolah. Ini penting sekali, mengajak anak-anak putus sekolah untuk kembali bersekolah namun pesan saya harus konsisten, jangan musiman”, kata Muhadjir Effendy, seperti dikutip dari siaran pers yang dikirim ke Kompas.com.

Gerakan Kembali ke Sekolah merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meningkatkan angka partisipasi murni yang masih rendah. Ada 1000 anak putus sekolah yang tersaring ikut gerakan ini, sebagian besar melanjutkan ke SMK. 

Mendikbud pun mengajak daerah-daerah lain untuk pro aktif mengikuti inisiatif serupa seperti halnya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“IPM kita turun kalau menurut laporan terbaru, jadikan ini instrospeksi dan pemicu. Bukan hanya pekerjaan Kemendikbud tapi juga terkait kementerian yang lain, harus sejalan semua. Pendidikan itu harus merata dan juga bermutu sebagaimana semangat Kartu Indonesia Pintar” ujar Muhadjir. 

Masih tingginya angka putus sekolah merupakan salah satu masalah utama yang berpotensi menggagalkan bonus demografi. Terlebih, laporan UNDP menyebutkan adanya penurunan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dari peringkat 110 ke 113 dari 188 negara.

Peluang bonus demografi tersebut akan menguap bahkan berbuah bencana jika tidak ada terobosan yang didukung semua pemangku kepentingan pendidikan.

“Pemerintah sedang fokus meningkatkan kompetensi dan keterampilan generasi muda. Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat menyadari pentingnya memperluas akses pendidikan, bagian tak terpisahkan dari peningkatan kualitas SDM melalui revitalisasi pendidikan kejuruan,” kata Muhadjir.

Gubernur Sulawesi Tengah Lungki Djonggala sangat senang dengan dukungan Mendikbud. Pihaknya menyadari perlu ada percepatan perbaikan kualitas SDM di daerah, IPM masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,67 persen.

“Oleh karenanya, kami mendukung penuh upaya Bunda Anak Harapan Bangsa mempelopori Gerakan Kembali ke Sekolah ini. Kehadiran Bapak Mendikbud semakin menguatkan komitmen kami di daerah”, ucap Lungki.

Mendikbud juga meminta agar anak-anak yang beruntung terpilih ikut Gerakan Kembali ke Sekolah ini menyelesaikan sekolahnya sampai tuntas.

“Jangan sampai berhenti sekolah lagi ya, harus tamat dan bisa langsung kerja”, pesan Muhadjir saat berdialog dengan Zakri, pelajar SMKN 5 Palu. Ia terpaksa tidak bersekolah selama satu tahun karena membantu orangtua di kebun coklat.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/03/26/15412691/mendikbud.ipm.turun.jadikan.instrospeksi.dan.pemicu.bangkit

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>