Mau Lihat Paus, Lumba-Lumba, Atau Dugong Di Habitatnya? Coba Ke Sini

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai negara maritim dengan luas wilayah dua per tiga lautan, wisata bahari di Indonesia memang jempolan. Bukan hanya pemandangan bawah laut yang memesona, wisatawan juga dapat menyaksikan mamalia laut, seperti hiu paus, lumba-lumba, dan dugong di habitatnya langsung.

(BACA JUGA: Jangan Sembarangan, Ini Panduan Melihat Mamalia Laut di Laut Lepas)

KompasTravel merangkum beberapa lokasi di Indonesia yang daya tariknya adalah mengamati mamalia laut secara langsung. Namun perlu dicatat, jenis wisata ini adalah wisata yang bertanggung jawab dengan panduan ketat agar tak berbahaya bagi wisatawan dan mamalia laut itu sendiri.

Jadi sebelum berwisata, pastikan membaca dulu panduan dan cari tahu cara kelola wisata mengamati mamalia laut tersebut. Berikut lokasinya:

1. Teluk Kiluan, Lampung

Berada di ujung Pulau Sumatera, sekitar 80 kilometer dari Kota Bandar Lampung, itulah lokasi Teluk Kiluan. Bisa dibilang Teluk Kiluan adalah lokasi terdekat untuk mengamati lumba-lumba dari Jakarta. Tak heran banyak wisatawan dari Jakarta yang menghabiskan akhir pekan di Teluk Kiluan. 

2. Pantai Lovina, Bali

Salah satu lokasi tersohor untuk mengamati lumba-lumba di Bali. Berada di Kabupaten Buleleng, bagian utara Bali. Saat paling tepat untuk melihat kelompok lumba-lumba berenang di Pantai Lovina adalah di luar high season, Mei-Juli. Musim tersebut ramai wisatawan, banyak perahu yang berebut mengamati lumba-lumba.

3. Botubarani, Gorontalo

Terletak di Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, wisatawan dapat melihat ikan hiu paus secara langsung. Meski ikan hiu paus sempat menghilang dari pantai pada tahun 2016, ikan hiu paus sudah kembali ke Pantai Botubarani.

Hilangnya ikan hiu paus menyadarkan warga untuk mengelola pariwisata yang lebih bertanggung jawab dengan tidak memperbolehkan wisatawan berenang dan menyelam memegang ikan hiu paus, serta tidak menggunakan perahu motor yang baling-balingnya dapat membuat luka ikan hiu paus.

4. Teluk Cenderawasih, Papua

Selain di Gorontalo, Teluk Cenderawasih di Desa Kwantisore, Papua, juga memiliki daya tarik mengamati ikan hiu paus. Banyak paket live on board atau menginap di kapal dan menyelam bersama ikan hiu paus ini.

BARRY KUSUMA Lumba-lumba di Teluk Kiluan, Lampung.

5. Pantai Mali, Alor, NTT

Sangat sulit untuk mengamati dugong di habitatnya langsung. Ini karena populasi dugong sudah sangat sedikit dan termasuk sebagai hewan langka.

Di Pantai Mali, Alor, Nusa Tenggara Timur, ada Onesimus Laa yang menjadi pawang sekaligus sahabat dari dua dugong. Onesimus sangat memperhatikan proses wisata mengamati dugong sesuai panduan yang ditetapkan oleh WWF Indonesia.

6. Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara

Meski bukan mamalia laut, pesut mahakam adalah mamalia air tawar. Habitatnya di sungai air tawar.

Di Indonesia, pesut mahakam dapat ditemui di Sungai Mahakam, Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pesut mahakam sering disebut lumba-lumba hidung pesek karena memiliki bentuk dan ukuran mirip lumba-lumba di laut, namun dengan bagian moncong yang datar.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/28/094900227/mau.lihat.paus.lumba-lumba.atau.dugong.di.habitatnya.coba.ke.sini

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>