Kesan Pertama Menjajal Android Polytron Prime 7s

KOMPAS.com – Polytron baru saja meluncuran Android Prime 7s, ponsel yang diusung sebagai jagoan terbaru perusahaan lokal itu. Ponsel tersebut dibekali dengan desain mewah, meski hardware yang diusungnya adalah kelas menengah.

KompasTekno berkesempatan menjajal Prime 7s ini dalam waktu yang singkat, dan berikut adalah kesan yang didapat.

Desain

Polytron mendesain Prime 7s ini dengan apik. Bagian depan dan belakang ponsel dibekali lapisan anti-gores Dragontail Glass. Bodi pun tampil berkilau, dengan aksen warna emas di bagian tepi, bingkai kamera, dan pemindai sidik jarinya, sehingga terkesan mewah.

Satu hal yang disayangkan, permukaan berkilau itu cenderung mudah dikotori sidik jari pengguna. Selain itu, permukaan ponsel Prime 7s ini licin, sehingga cukup mudah terlepas dari genggaman.

Di bagian depan ponsel, sama sekali tak ada tombol fisik. Hanya layar berukuran 5,2 inci (1080×1920 piksel) dan tiga tombol soft key di bagian bawahnya. Seperti biasa, soft key ini berguna untuk navigasi menu recent apps, home dan back.

Salah satu fitur yang menarik di bagian depan adalah keberadaan LED flash. Fitur yang terletak sejajar dengan earpiece ini berguna untuk menyinari wajah saat dipakai berfoto selfie.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Di tepi kanan Polytron Prime 7s terdapat slot kartu SIM ukuran micro dan nano

Pengguna bisa memasang kartu SIM melalui slot yang terdapat di sisi kiri ponsel. Ada dua slot kartu berukuran nano di sana. Slot memori juga berada di tempat yang sama, sehingga pengguna hanya bisa memilih salah satu antara memakai dua slot kartu SIM atau mengosongkan salah satunya untuk Micro SD.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Pada tepi kiri ponsel terdapat dua tombol, satu untuk pengaturan volume dan kedua untuk on/off

Beralih ke tepi kanan ponsel, pengguna akan menemukan dua tombol fisik Prime 7s. Tombol pertama berguna untuk pengaturan volume, sedangkan tombol kedua berguna untuk on/off atau mengunci layar.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Bagian bawah Polytron Prime 7s merupakan wadah port USB dan speaker

Di bagian bawah ponsel, pengguna akan menemukan sebuah port microUSB yang berguna untuk mengisi daya atau memindahkan data. Port microUSB ini diapit oleh dua grill speaker. Grill itu berupa lingkaran-lingkaran kecil dan jamak diadopsi oleh Android buatan produsen lain.

KompasTekno sempat mencoba kualitas speaker dengan mendengarkan musik. Suara yang keluar terdengar nyaring. Sayangnya, hanya speaker kiri saja yang berfungsi, sedangkan bagian kanan hanya sebagai hiasan.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Di bagian atas hanya ada port audio 3,5 milimeter saja

Sedangkan di bagian atas, Polytron hanya menyematkan sebuah port audio 3,5 milimeter. Tak ada port tambahan lain di bagian tersebut.

Aplikasi

Polytron Prime 7s menggunakan antarmuka bernama FiraOS. Ini merupakan anatarmuka hasil pengembangan perusahaan elektronik itu sendiri, dengan diferensiasi berupa Fira Store, yang bisa dipakai sebagai portal pengisian pulsa, token listrik dan voucher game.

Selain itu ada juga sejumlah aplikasi bundling, atau kadang bisa dikatakan sebagai bloatware. Aplikasi ini tidak seluruhnya berguna, namun karena jumlahnya tidak terlalu banyak, rasanya tidak mengganggu dan tidak menghabiskan memori.

Aplikasi yang dimaksud adalah Blibli untuk kebutuhan belanja online, BCA Mobile untuk pemilik tabungan BCA, Kurio untuk membaca berita, Fira TV untuk menyaksikan streaming program TV dan forum online Kaskus.

Bagi sebagian orang, aplikasi bundling tersebut mungkin malah berguna. Misalnya aplikasi BCA Mobile yang pasti akan diunduh oleh pemilik rekening bank BCA. Tapi masihkah ini berguna untuk pemilik rekening bank lain?

Jika pengguna tidak membutuhkan aplikasi-aplikasi bundling tersebut, mudah saja, mereka bisa uninstall. Ya, aplikasi bundling dalam Prime 7s memang sengaja tidak dikunci, sehingga pengguna tetap memiliki pilihan untuk menghapus (opt out) aplikasi yang tak diinginkan.

Kamera

Polytron membekali Prime 7s dengan kamera utama (belakang) resolusi 16 megapiksel dengan bukaan difragma F/2.0. Secara kinerja, kamera ini tidak istimewa, tapi bisa menghasilkan foto yang terjaga baik.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Bagian belakang Prime 7s dilapisi dengan kaca anti gores Dragontail Glass. Ada juga sensor sidik jari, tepat di bawah kamera utama.

KompasTekno menjajalnya memotret objek di luar ruangan, dalam suasana sore hari yang mendung. Hasilnya, foto cenderung memiliki detail yang cukup tajam, namun saturasinya cenderung kurang.

Pada kamera terdapat pilihan untuk mengatur ISO atau tingkat sensitivitas cahaya antara 100 hingga 1600. Sayangnya, meski ISO bisa diatur manual, kecepatan rana (shutter) tetap berlaku otomatis.

Efeknya, ketika ISO diturunkan, maka ponsel justru mengatur kecepatan rana di posisi terendah. Hasilnya, foto justru terlihat terang, meski sebenarnya ISO 100 membuat foto lebih redup.

Begitu juga saat KompasTekno menjajalnya menggunakan ISO 1.600, yang mestinya bisa menimbulkan over exposure. Namun, ponsel Prime 7s seolah tak mengizinkan hal itu terjadi. Ponsel secara otomatis menaikkan kecepatan rana hingga 1/1000 detik, sehingga foto kembali menampilkan situasi pencahayaan yang netral.

Lebih jelasnya, berikut ini contoh foto yang dihasilkan kamera Polytron Prime 7s.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Kamera milik Prime 7s bisa dipakai memotret dengan jarak terdekat sekitar 15 cm

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Contoh foto dari Polytron Prime 7s, dengan ISO berbeda

Spesifikasi Polytron Prime 7s

Bentang layar 5,2 inci
Resolusi layar 1.920 x 1080 piksel
Fitur Layar Dragontail Glass
Sistem Operasi Android 6.0/FiraOS
Prosesor MediaTek MT6755 Octa Core 2 GHz
RAM 3 GB
Memori Internal 64 GB
Kamera Utama 16 megapiksel; F/2.0; phase detection auto-focus; Two Tone LED Flash
Kamera Depan 8 megapiksel; LED Flash
Baterai 2.300 mAh
Harga Rp 3,8 juta

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/03/13240097/kesan.pertama.menjajal.android.polytron.prime.7s

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>