Jogja Geowisata, Liburan Sambil Bedah Fenomena Alam Di Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Deretan pantai di Kabupaten Gunungkidul, gumuk pasir di Parangtritis, dan Gunung Api Purba Nglanggeran adalah segelintir destinasi wisata alam di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Semua destinasi alam di provinsi tersebut tak lepas dari fenomena geologis bahkan dari jutaan tahun silam.

Selain menikmati keindahan wisata, inilah saatnya “membedah” lebih dalam sejarah dan proses geologis tempat-tempat tersebut. Inilah yang ditawarkan operator tur Jogja Geowisata.

“Jogja Geowisata dipelopori oleh alumni Teknik Geologi UGM. Kami ingin memberikan edukasi geologi kepada wisatawan, karena Yogya punya banyak tempat wisata yang berhubungan dengan geologi,” tutur Imaduddin Yazid, kru Jogja Geowisata kepada KompasTravel.

Jogja Geowisata adalah operator tur yang mengantar rombongan “Take Me Anywhere 2” berkeliling Yogyakarta pada 14-16 Oktober 2016 lalu. Selama tiga hari, 10 pemenang Quiz on Article dan Photo Competition “Take Me Anywhere 2” mengunjungi banyak tempat wisata alam. Mulai dari Hutan Pinus Imogiri, Kebun Buah Mangunan, Kalisuci, sampai Gumuk Pasir di Parangtritis.

“Wisata alam dan adventure memang jadi favorit di Yogyakarta. ‘Take Me Anywhere’ acara yang bagus banget dari segi pilihan destinasi,” tambah Imad, panggilan akrab pria tersebut.

Paket lengkap

Meski mengusung kata ‘Jogja’, paket tur yang disediakan Jogja Geowisata tak melulu berada di sekitar Kota Gudeg. Jogja Geowisata juga menyuguhkan tur ke beberapa destinasi lainnya seperti Pulau Komodo, Lombok, Bali, Dieng, Karimunjawa, dan Malang-Batu-Bromo.

Jogja Geowisata juga menyuguhkan paket wisata ke dua negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia.

“Kami mengusung jargon Your All in One Tours Solution. Mulai dari perencanaan, ticket booking, destinasi, juga akomodasi di destinasi tujuan. Semuanya bisa disesuaikan dengan bujet customer,” papar Imad.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir untuk melakukan permainan sandboarding.

Operator tur yang terdaftar dalam Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) itu memiliki jaringan kerja sama yang luas. Mulai dari rental kendaraan, hotel, restoran, sampai asosiasi guide profesional.

“Yang membedakan Jogja Geowisata dengan perusahaan tur lainnya adalah Paket Wisata Geologi. Sebagian besar kru di Jogja Geowisata memiliki latar belakang pendidikan Teknik Geologi,” tambah Imad. 

Paket wisata minat khusus ini terbuka untuk umum, terutama bagi turis yang ingin belajar mengenal alam. Mengetahui proses pembentukan sebuah tempat, serta potensi sumber daya alam yang dikandungnya.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Dicanangkannya Taman Tebing Breksi sebagai cagar budaya tak lepas dari kondisi geologisnya. Batu kapur breksi di tebing ini rupanya merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Proses geologis ini terjadi di semua tempat. Taman Tebing Breksi misalnya, dulu menjadi lokasi tambang batu Breksi. Atau Gunung Api Purba Nglanggeran yang merupakan endapan lahar puluhan juta tahun silam,” jelas Imad.

Sebagai guide dari Jogja Geowisata, Imad berbagi tips bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam di Yogyakarta.

“Sebisa mungkin hindari weekend. Coba pilih wisata yang antimainstream. Misal kalau ke Gunungkidul, jangan cuma datang ke Pantai Indrayanti yang paling terkenal. Banyak deretan pantai di sekitarnya yang juga patut dikunjungi,” tutupnya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/21/220700827/jogja.geowisata.liburan.sambil.bedah.fenomena.alam.di.yogyakarta

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>