Jangan Harap Semua Tabrakan Bisa Mengembangkan “Airbag”

Jakarta, KompasOtomotif – Selain sabuk pengaman, salah satu fitur keselamatan yang lazim buat konsumen mobil, adalah SRS (Supplemental Restraint System) Airbag. Fitur ini berfungsi untuk mengurangi cedera penghuni mobil, tapi ini hanya fitur tambahan, bukan sebagai unsur utama.

Namun, di beberapa kasus, ada konsumen yang mengalami kondisi airbag tidak mengembang ketika terjadi tabrakan depan. Gandhi Ahimsaputra, Product Knowledge Head PT Toyota Astra Motor (TAM) mmengiyakan situasi yang terjadi tersebut, di mana tidak semua jenis tabrakan depan bisa mengaktifkan fungsi airbag.

“Ketika tidak mengembang, bisa jadi karena mobil menabrak objek yang bergerak, sehingga tekanan tersalurkan ke sensor airbag.  Karena salah satu syarat airbag mengembang adalah ketika sensornya aktif,” ujar Gandhi, Rabu (29/3/2017).

Di atas kertas, kata Gandhi, salah satu yang membuat airbag mengembang yaitu saat menabrak benda yang diam tepat di bagian depan mobil, pada kecepatan sekitar 20-30 kpj. Selain bagian depan, airbag juga mengembang saat terjadi benturan di sekitar 30 derajat pada bagian pinggir depan mobil, kanan dan kiri.

“Saat terjadi kecelakaan di sisi depan, dengan kecepatan tertentu, airbag akan mengembang 0,03 detik, dan kemudia deflate dalam waktu 0,1 detik. Selain airbag, hal yang penting lagi yaitu pretensioner dan force limiter pada sabuk pengaman,” ujar Gandhi.

“Lagipula beruntung kalau airbag tidak mengembang, karena biaya perbaikannya cukup mahal,” ujar Gandhi, dan menolak mengatakan berapa total biaya perbaikan airbag ketika sudah mengembang.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2017/03/29/170010315/jangan.harap.semua.tabrakan.bisa.mengembangkan.airbag.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>