Gumuk Pasir Barchan Dan Parangkusumo, Apa Bedanya?

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Sandboarding, begitu nama salah satu aktivitas pemacu adrenalin yang bisa dilakukan di DI Yogyakarta. Sandboarding dilakukan di bentang alam bernama gumuk pasir, dan Yogyakarta memiliki gumuk pasir satu-satunya di Asia Tenggara.

“Gumuk pasir ini adalah satu-satunya di Asia Tenggara. Gumuk pasir beda dengan padang pasir seperti yang ada di Bromo misalnya,” tutur Imaddudin Yazid, pemandu dari operator tur Jogja Geowisata kepada KompasTravel.

Gumuk pasir di DI Yogyakarta terkenal dengan sebutan Gumuk Pasir Parangkusumo. Ikramullah Sultana, yang juga seorang pemandu di Jogja Geowisata menerangkan asal mula terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo.

“Gumuk pasir ini salah satu bentang alam yang proses pembentukannya dipengaruhi angin, terbentuk karena pasir yang menumpuk dalam jumlah besar,” tutur Ikram, panggilan akrab pria tersebut.

(BACA: Lomba “Selfie” di Gumuk Pasir, Mulai ala Timteng sampai Jasmine)

Ikram melanjutkan, tumpukan pasir ini berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Pantai Selatan. Antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo.

“Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudera Hindia mengukir tumpukan pasir ini. Jadilah bentang alam yang unik,” tambah Ikram.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di sini, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga Rp 70.000 untuk main sepuasnya.

Bersama rombongan “Take Me Anywhere 2”, KompasTravel menyambangi Gumuk Pasir Parangkusumo beberapa waktu lalu. Gumuk pasir ini terletak di Kabupaten Bantul, satu garis dengan Pantai Parangtritis.

Namun begitu tiba di lokasi, kenapa tulisan besar di area gumuk pasir bertuliskan “Gumuk Pasir Barchan”?

“Pada intinya gumuk pasir ini namanya Parangkusumo. Tapi secara sains, jenis gumuk pasirnya adalah Barchan. Gumuk pasir diklasifikasikan dalam beragam jenis,” papar Imad, panggilan akrab Imaddudin.

Gumuk Pasir Barchan memiliki ketinggian antara 5-15 meter. Di sini, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga Rp 70.000 untuk main sepuasnya.

Didampingi guide, Anda akan diajarkan bagaimana cara meluncur dengan mulus di atas pasir. Sebelum digunakan, bagian bawah papan dilumuri dengan lilin.

Waktu terbaik untuk datang adalah sore hari, ketika matahari tidak terlalu terik. Anda juga bisa melihat panorama sunset sambil sandboarding.

Setelah kesuksesan “Take Me Anywhere” pertama yaitu edisi Bali, Kompas.com kali ini bersama OPPO menggelar “Take Me Anywhere 2”. Sebanyak 10 orang pemenang kompetisi “Take Me Anywhere 2” berlibur ke Yogyakarta bersama KompasTravel selama tiga hari mulai Jumat (14/10/2016) hingga Minggu (16/10/2016).

Reservasi tiket penerbangan dilakukan melalui situs perjalanan Tiket.com.

Para pemenang menjalani beragam aktivitas wisata penuh petualangan sampai mencicipi kuliner khas Yogyakarta. Semuanya dipandu oleh biro perjalanan Jogja Geowisata.

Selain itu, para pemenang juga merasakan kenyamanan menginap di Hotel Santika Premiere Jogja, salah satu properti dari jaringan hotel Santika Indonesia Hotels & Resorts.

Ikuti petualangan seru para pemenang di Yogyakarta. Kisah mereka tayang dalam liputan khusus: “Liburan Seru ala ‘Take Me Anywhere 2′”.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/24/150800327/gumuk.pasir.barchan.dan.parangkusumo.apa.bedanya.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>