Benarkah “Solo Traveling” Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia?

JAKARTA, KOMPAS.com – Solo traveling alias melakukan perjalanan seorang diri bukan lagi hal baru. Tak sedikit wisatawan, baik pria maupun wanita, yang melakukan perjalanan seorang diri menyambangi negara bahkan benua lain.

Banyak hal positif yang bisa didapatkan saat solo traveling. Situs Huffington Post menyebutkan, solo traveling bisa memperkaya pengalaman diri sendiri. Lagi pula Anda tidak sendirian, karena kemungkinan Anda bertemu orang lain semakin besar. Baik itu warga lokal, atau wisatawan yang sedang berada di tempat yang sama.

Banyak wisatawan yang membenarkan bahwa solo traveling ke daerah terpencil membawa pengalaman yang menyenangkan.

(BACA: 3 Kunci “Traveling” Bisa Berdampak Positif Bagi Kesehatan)

Berdasarkan survei psikologi yang dilakukan pada 15.000 responden usia 18-28 tahun, mereka yang tinggal di pedesaan memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

Mengutip situs Travel and Leisure, Sabtu (22/10/2016), seseorang juga memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi apabila lebih sering bertemu teman-teman. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa nenek moyang kita dulu berburu dan tinggal bersama sekelompok orang. Hal itu menjadi filosofi dasar kebahagiaan bersama teman di lingkungan sekitar.

(BACA: Perempuan Traveling Sendirian? Ini Tipsnya…)

Berdasarkan survei tersebut, kunci kebahagiaan adalah tinggal di pedesaan serta dikelilingi teman-teman baik. Namun bagi Anda yang tinggal di perkotaan, tentunya hal tersebut cenderung sulit.

Oleh karena itu, solo traveling sangat dianjurkan bagi Anda yang merasa penat dengan suasana perkotaan. Pergilah ke pedesaan atau tempat terpencil, di mana Anda bisa berinteraksi dengan warga lokal dan mendapat banyak pengalaman dari perjalanan tersebut.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pantai Malimbu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/8/2016).

Bagaimana soal kunci kebahagiaan saat dikelilingi teman baik? Percayalah, saat solo traveling, Anda akan mendapatkan banyak teman baru. Situs BBC menyebutkan, rasa kesepian yang kerap dialami saat solo traveling akan hilang dengan sendirinya. 

“Komunikasi dengan orang barulah yang kerap membawa kebahagiaan. Tertawa bersama, bercanda, berdansa, berfoto, melakukan hal-hal random bersama justru menjadi pengalaman yang tak ada duanya,” tutur Kyle Pennel, seorang solo traveler asal AS kepada situs BBC. 

Selain itu, situs Fodors.com menyebutkan, inilah waktunya bagi Anda untuk merasakan me time. Dengan begitu pula, tingkat kepercayaan diri Anda akan meningkat seiring banyaknya Anda melakukan solo traveling

Sudah banyak wisatawan yang mengungkapkan, hidup mereka lebih bahagia usai solo traveling. Apakah Anda salah satunya?

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/25/082200527/benarkah.solo.traveling.bisa.membuat.kita.lebih.bahagia.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>