Bagaimana “Google Trips” Membantu Kita Saat “Traveling”?

JAKARTA, KOMPAS.com – Google Trips, begitu nama aplikasi Google yang ditujukan untuk para pelancong. Google Trips, yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS memiliki data lengkap lebih dari 200 destinasi di dunia. Data tersebut mencakup destinasi, akomodasi, makanan dan minuman, cuaca, serta transportasi.

Situs The Verge menuliskan Google Trips adalah “killer travel apps” bagi para pelancong modern. 2016 adalah tahun yang penting dalam ranah travel di Google. Maret lalu, Google merilis dua produk yakni Destinations dan Travel. Perusahaan raksasa tersebut juga merilis Hotel Google dan Google Flights yang menawarkan deal terbaik.

Lalu apa istimewanya Google Trips? Bagaimana cara kerja aplikasi ini sehingga bisa membantu kita saat traveling?

“Google Trips bekerja secara offline. Meski dalam penerbangan, atau di tempat tujuan tanpa SIM Card atau WiFi, Google Trips masih bisa digunakan,” tutur Eric Zimmerman, Director Product Management Google Travel saat video conference dengan awak media di kantor Google Indonesia, Sentral Senayan II, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Bagi pengguna Google Mail, secara otomatis Google Trips akan mengunduh data reservasi hotel, penerbangan, tur, dan booking lainnya ke dalam aplikasi. Google Trips juga bisa merangkum rekomendasi tempat wisata dan kuliner berdasarkan apa yang Anda ketik di Google sebelumnya.

“Jadi secara otomatis Google Trips bisa mengetahui destinasi yang akan Anda tuju, merancang itinerary sesuai yang Anda inginkan, serta memberikan informasi secara offline,” tambah Eric. 

Beberapa fitur utama Google Trips antara lain Things to Do, Day Plans, Food and Drink, juga Getting Around. Dalam fitur Things to Do, Google Trips menarik data dari Google seputar rekomendasi destinasi populer.

Destinasi terbagi berdasarkan minat pengguna mulai dari Art Lovers, Kids Friendy, sampai Shopping. Google Trips juga memindai destinasi-destinasi wisata yang ada di sekitar Anda (Nearby).

“Fitur kerennya adalah Day Plans. Google Trips akan menghimpun beberapa itinerary yang bisa Anda lakukan dalam satu hari. Tak hanya tergantung pada jauh atau dekatnya lokasi, tetapi juga berapa lama waktu yang dihabiskan rata-rata pengunjung untuk tiap destinasi,” papar Eric.

Dalam fitur Getting Around, Google Trips akan mendeteksi lokasi Anda dan memberi opsi transportasi. Mulai dari taksi, rental mobil, jalan kaki, hingga transportasi umum lainnya.

Jika mendapat koneksi internet, Google Trips secara otomatis akan meng-update situasi terkini di lokasi Anda. Google Trips akan memberi tahu apakah hari ini akan hujan, mengingatkan Anda untuk membawa payung atau jas hujan. Jika cuaca sedang tidak bersahabat, aplikasi ini juga akan memberi beberapa rekomendasi aktivitas dalam ruangan.

“Saat ini Google Trips punya data lebih dari 200 kota wisata di dunia,” tambah Eric.

Jantung dari aplikasi Google Trips adalah fitur Things to Do, yang mencakup rangkaian itinerary yang disesuaikan dengan lamanya perjalanan. Tak lupa, fitur “Need to Know” yang mencakup opsi transportasi dari bandara menuju penginapan, mata uang dan kurs lokal, serta nomor pesawat telepon jika ada kondisi darurat.

Meski beberapa aplikasi travel sudah “lahir” lebih dulu, sebut saja TripIt atau Triposo, Google Trips disebut-sebut menjadi yang terlengkap saat ini. Situs Conde Nast Traveler menyebutkan, satu hal yang tidak dimiliki aplikasi travel lainnya adalah kemampuan membaca apa yang Anda butuhkan. Kemampuan untuk “menerawang” diri Anda berdasarkan data.

Pada akhirnya, hal paling penting yang diketahui Google adalah diri Anda. Begitu kutipan Conde Nast Traveler untuk menggambarkan Google Trips.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/20/091200127/bagaimana.google.trips.membantu.kita.saat.traveling.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>