Alor, Bagai Gadis Cantik Yang Belum Dirias

ALOR, KOMPAS.com – Bagaikan seorang gadis cantik yang belum dirias. Itulah ungkapan yang tepat bagi Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur. Kalimat kiasan tersebut disebutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Alor, Florence Gorang Mau saat ditemui di acara Media Trip Alor bersama WWF Indonesia, di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/3/2017).

“Alor punya wisata budaya, alam, dan sejarah. Untuk alam ada wisata pegunungan, pantai, dan bawah laut. Saat ini kita memang fokus ke wisata bahari karena daerah kepulauan dari sisi wilayah laut lebih luas dari daratan,” kata Florence Gorang Mau yang akrab disapa Flora.

Alor memang memiliki pesona tersendiri. Wilayahnya yang belum ramai turis dan belum dijamah oleh investor besar membuat Alor justru menjadi memikat.

Contohnya saat pergi ke Pantai Mali di Kota Kalabahi yang merupakan Kota Kabupaten Alor, wisatawan dapat mengunjungi pantai dengan pasir halus yang putih, air bewarna biru muda, dan pemandangan Teluk yang luar biasa indah.

Suasananya sepi tanpa ramai wisatawan. Padahal pantai tersebut tak jauh dari pusat Kota Kalabahi. Sekitar 15-20 menit berkendara.

Untuk wisata bahari, Alor juga sudah lama dikenal sebagai salah satu surga bagi para penyelam. Ada 42 situs selam yang diketahui dan masih banyak yang belum terkeksplor.

“Alor ini terkenal dengan visibility (kejernihan), mamalia laut, kontur drop off, dan berarus bagi para penyelam,” kata Site Coordinator WWF Indonesia Seram Seas, Tutus Wijanarko.

Saking indah pemandangan bawah lautnya tahun 2016 Alor mendapat penghargaan sebagai tempat menyelam terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia tahun 2016.

dok. WWF Indonesia Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur.

Selesai diving, kata Flora, wisatawan dapat menjelajah Alor dengan mengunjungi Desa Takpala, Desa Bampalola, dan Desa Kopidil yang terkenal dengan budaya. Penggunaan rumah adat khas NTT, tarian lego-lego, dan tarian cakalele. Bagi pecinta sejarah dan religi dapat berkunjung ke Desa Alor Besar dimana ada Al Quran dari kulit kayu yang sudah berusia ratusan tahun.

Alor sendiri saat ini sangat terbuka dengan kehadiran investor. Sebab akses dan topografi Alor cukup menantang.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Alor, ada sekitar 1.390 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Alor sepanjang tahun 2016. Jumlah tersebut masih sangat sedikit. Namun di sisi lain, Alor jadi destinasi yang cocok bagi wisatawan tak menyukai keramaian.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/26/090300827/alor.bagai.gadis.cantik.yang.belum.dirias

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>